Nama
: Rosiana Nomeni
Nim
: 11010210050
1)
Penduduk afrika utara terbagi kedalam 2 etnik yaitu suku berber
(asli) dan suku arab. Dari kedua etnik ini didapatkan bahwa suku arab
banyak menderita penyakit rhematik atau kandungan asam urat yang
tinggi dalam darah. Data yang diperoleh diketahui bahwa suku berber
sering mengkonsumsi infus sidagori (sidarhombifolia) yang tumbuh di
pekarangan rumahnya. Diketahui bahwa infus ini dipercaya meningkatkan
stamina. Dari sini belum belum terjawab apakah sidogori ini
mengurangi kandungan asam urat dalam darah. Maka dilakukan percobaan
dengan menginduksi tikus galur wistar agar terjadi hiperurisemia
dengan cara memberikan melinjo (gnetum gnemon) secara oral. Setelah
terjadi hiperurisemia maka diberikan infusan sidagori secara
berulang, kemudian dilihat efeknya, yaitu kandungan asam urat dalam
darah. Ternyata terbukti bahwa pemberian infus sidagori menurunkan
kandungan asam urat dalam darah.
Pertanyaan
:
a.
Bagaimana rumusan masalah penelitian ini ?
b.
Bagaimana rumusan hipotesis yang diajukan di dalam penelitian ini ?
c.
Bagaimana eksperimen yang dilakukan ?
d.
Tuliskan data yang diperoleh dari eksperimen !
e.
Tuliskan kesimpulan yang diperoleh !
Jawaban
:
a)
Bagaimana cara menurunkan kandungan asam urat dalam darah?
b)
Dengan mengkonsumsi infus sidagori (sidarhombifolia) dapat mengurangi
kandungan asam urat dalam darah.
c)
Percobaan dilakukan dengan menginduksi tikus galur wistar agar
terjadi hiperurisemia dengan cara memberikan melinjo (gnetum gnemon)
secara oral. Setelah terjadi hiperurisemia maka diberikan infusan
sidagori secara berulang, kemudian dilihat efeknya, yaitu kandungan
asam urat dalam darah
d)
- Pemberian infus sidagori menurunkan kandungan asam urat dalam darah.
- Suku berber sering mengkonsumsi infus sidagori (sidarhombifolia) yang tumbuh di pekarangan rumahnya. Diketahui bahwa infus ini dipercaya meningkatkan stamina.
e)
Pemberian infus sidagori menurunkan kandungan asam urat dalam darah.
2)
Beberapa teori yang pernah diajukan untuk menjawab permasalahan asal
usul kehidupan, terangkan dengan singkat apa yang dimaksud dengan :
a.
Teori Kreasi Khas ( Special Creation)
b.
Teori Mantap
c.
Teori Kosmozoan
d.
Teori Generatio Spontanea
e.
Teori Abiogenesis
f.
Teori Biogenesis
Jawaban:
- Teori Kreasi Khas : menurut teori ini kehidupan diciptakan oleh Zat supranatural.
- Teori Mantap : menyatakan bahwa kehidupan tidak berasal-usul (keadaan mantap)
- Teori kosmozoan : menyatakan bahwa kehidupan berasal dari spora kehidupan yang datangnya dari luar angkasa.
- Teori Generatio Spontanea : menyatakan bahwa makhluk hidup tercipta secara mendadak (spontan)
- Teori Abiogenesis : menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda tak hidup.
- Teori Biogenesis : menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya.
3)
Terangkan dengan lengkap mengenai teori abiogenesis, siapa pencetus
ide ini dan apa yang mereka lakukan untuk memperkuat teori ini ?
Jawaban:
Teori
yang dikemukakan Aristoteles ini menyatakan bahwa makhluk hidup
tercipta dari benda tak hidup yang berlangsung secara spontan
(generatio spontanea). Misalnya cacing dari tanah, ikan dari
lumpur, dan sebagainya. Teori ini dianut oleh banyak orang selama
beberapa abad. Aristoteles (384-322 SM), adalah seorang filsuf dan
tokoh ilmu pengetahuan Yunani Kuno. Sebenarnya dia mengetahui bahwa
telur-telur ikan yang menetas akan menjadi ikan yang sifatnya sama
seperti induknya. Telur-telur tersebut merupakan hasil perkawinan
dari induk-induk ikan. Walau demikian, Aristoteles berkeyakinan bahwa
ada ikan yang berasal dari Lumpur.
Menurut
penganut paham abiogenesis, makhluk hidup tersebut terjadi begitu
saja secara spontan. Itu sebabnya, teori abiogenesis ini disebut juga
generation spontanea. Bila pengertian abiogenesis dan
generation spontanea digabung, maka konsepnya menjadi: makhluk hidup
yang pertama kali di bumi berasal dari benda mati / tak hidup yang
terjadinya secara spontan (sebenarnya ini adalah dua teori yang
berbeda, tetapi orang sudah kadung salah kaprah).
Paham
abiogenesis bertahan cukup lama, yaitu semenjak zaman Yunani Kuno
(ratusan tahun sebelum Masehi) hingga pertengahan abad ke-17, dimana
Antonie Van Leeuwenhoek menemukan mikroskop sederhana yang
dapat digunakan untuk mengamati makhluk-makhluk aneh yang amat kecil
yang terdapat pada setetes air rendaman jerami. Oleh para pendukung
paham abiogenesis, hasil pengamatan Antonie Van Leeuwenhoek ini
seolah-olah memperkuat pendapat mereka tentang abiogenesis. Hasil
pengamatan Anthoni ditulisnya dalam sebuah catatan ilmiah yang diberi
judul “Living in a drop of water“. Tokoh lain pendukung
teori ini adalah John Needham.
John
Needham (1700) seorang berkebangsaan Inggris. Dia melakukan percobaan
dengan merebus sepotong daging dalam wadah selama beberapa menit
(tidak sampai steril). Air rebusan daging disimpan dan ditutup dengan
tutup botol dari gabus. Setelah beberapa hari, air kaldu menjadi
keruh yang disebabkan oleh adanya mikroba. Needham mengambil
kesimpulan bahwa mikroba berasal dari air kaldu. Jadi, menurut paham
generation spontanea, semua kehidupan berasal dari benda tak hidup
secara spontan, seperti:
a)
ikan dan katak berasal dari lumpur
b)
cacing berasal dari tanah
c)
belatung terbentuk dari daging yang membusuk
d)
tikus berasal dari sekam dan kain kotor.
4)
Ceritakan tentang teori biogenesis, mulai dari pendukung teori ini
dan pencobaan yang dilakukan !
Jawaban
:
Ternyata,
tidak semua orang setuju dengan teori Abiogenesis Aristoteles.
Sebagai bantahannya, muncullah teori Biogenesis. Ahli mulai
menyelidiki asal-usul kehidupan lewat berbagai percobaan.
Ditemukanlah bahwa teori Abiogenesis itu tidak benar. Akibatnya,
walaupun sempat bertahan cukup lama teori Abiogenesis mulai goyah.
Dari serangkaian percobaan yang pernah dilakukan, para ahli
membuktikan bahwa teori Abiogenesis dari Aristoteles tersebut tidak
dapat lagi dipertahankan. Teori ini
menyatakan bahwa semua kehidupan berasal dari telur dan semua telur
berasal dari sesuatu yang hidup (omne vivum ex vivo, omne ovum ex
vivo) teori ini merupakan kesimpulan dari beberapa percobaan dibawah
ini:
- Francesco Redi (1626 - 1697), yang menemukan bahwa belatung tidak terbentuk dari daging busuk, tetapi dari lalat yang sempat hinggap dan bertelur pada daging tersebut.
- Lazzaro Spallanzan (1729 - 1799), yang berkesimpulan bahwa kehidupan hanya mungkin terjadi jika telah ada suatu bentuk kehidupan sebelumnya.
- Louis Pasteur (1822 - 1895), menumbangkan teori Abiogenesis lewat percobaan tabung leher angsa yang pernah dilakukannya. Lewat percobaan ini juga semakin mengukuhkan kebenaran teori Biogenesis lewat pernyataan terkenal "Omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo dan omne vivum ex vivo" yang artinya "Setiap makhluk hidup berasal dari telur, setiap telur berasal dari makhluk hidup dan setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup juga".
5)
Mengapa evolusi organik berhasil menetapkan teori biogenesis ? Apa
yang dibuktikan dari evolusi ini ?
Jawaban:
Teori biogenesis ini berhasil dikukuhkan oleh Louise.Pasteur menggunakan kaldu dalam labu berbentuk leher angsa (bentuknya bekelok-kelok) untuk membuktikan teori biogenesis. Kaldu dalam labu tersebut dididihkan kemudian didiamkan beberapa waktu. Hasilnya, kaldu tetap jerni, kemudian Pasteur memiringkan labu tersebut sehingga sebagian kaldu terperangkap di bagian lekukan labu tersebut. Kaldu yang terperangkap tsb menjadi keruh. Kaldu menjadi keruh akibat mikroorganisme yang dibawa oleh debu dan terperangkap di lekukan labu tersebut.
Kesimpulan percobaan Pasteur adalah mikroorganisme yang ada pada air kaldu bukan berasal dari cairan (benda tak hidup), melainkan dari mikroorganisme yang terdapat di udara. Mikroorganisme yang ada di udara masuk ke dalam labu bersama-sama dengan debu.
Berdasarkan
hasil percobaan tersebut, tumbanglah Teori Abiogenesis dan muncul
Teori Biogenesis yang menyatakan bahwa:
a)
Omne vivum ex ovo, artinya setiap makhluk hidup berasal dari telur.
b)
Omne ovum ex vivo, artinya setiap telur berasal dari makhluk hidup.
c)
Omne vivum ex vivo, artinya setiap makhluk hidup berasal dari makhluk
hidup juga. Tetapi ia belum berhasil menjelaskan kapan dan darimana
sel yang pertama kali terbentuk.
Para
ahli seperti Alexander Ivanovich Oparin, Harold Urey dan Stanley
Millerbyang pertamakali mengajukan hipotesa tentang terbentuknya sel
hidup yang pertama berdasarkan konsep biologi modern, terutama
biokimia. Teori evolusi organik memperkirakan bahwa sejak kehidupan
muncul dibumi, telah terjadi suatu proses berkesinambungan.
Organisme-organisme yang hidup kemudian, berasal dari bentuk-bentuk
sebelumnya.Variasi-variasi yang besar disebabkan oleh lingkungan atau
proses perubahan yang berlangsung dalam tubuh dan diwariskan kepada
generasi-generasi selanjutnya.
6)Terangkan
teori evolusi menurut Oparin, Harold Urey dan Stanley Miller !
Jawaban:
Oparin
Ahli
biokimia berkebangsaan Rusia (1894) A.l. Oparin adalah orang pertama
yang mengemukakan bahwa evolusi zat-zat kimia telah terjadi jauh
sebelum kehidupan ini ada. Dia mengemukakan bahwa asal mula kehidupan
terjadi bersamaan dengan evolusi terbentuknya bumi serta atmosfirnya.
Atmosfir bumi mula-mula memiliki air, CO2, metan, dan
amonia namun tidak memiliki oksigen. Dengan adanya panas dari
berbagai sumber energi maka zat-zat tersebut mengalami serangkaian
perubahan menjadi berbagai molekul organik sederhana. Senyawa-senyawa
ini membentuk semacam campuran yang kaya akan materi-materi, dalam
lautan yang masih panas; yang disebut primordial soup. Bahan campuran
ini belum merupakan makhluk hidup tetapi bertingkah laku mirip
seperti sistem biologi.
Harold
urey
Teori ini dikemukakan oleh Harold Urey. Teori ini menyatakan bahwa asal-usul kehidupan diawali dengan adanya senyawa organik di atmosfer yang berupa gas-gas seperti metana (CH4), Hidrogen(H2), Uap air (H2O), dan amonia (NH3) yang bereaksi dengan bantuan energi dari sinar kosmis dan kilatan listrik halilintar sehingga terbentuk asam amino yang merupakan bahan dasar pembangunan kehidupan.
Teori ini dikemukakan oleh Harold Urey. Teori ini menyatakan bahwa asal-usul kehidupan diawali dengan adanya senyawa organik di atmosfer yang berupa gas-gas seperti metana (CH4), Hidrogen(H2), Uap air (H2O), dan amonia (NH3) yang bereaksi dengan bantuan energi dari sinar kosmis dan kilatan listrik halilintar sehingga terbentuk asam amino yang merupakan bahan dasar pembangunan kehidupan.
Menurut
Urey zat hidup pertama tersebut selama berjuta-juta tahun mengalami
perkembangan menjadi berbagai jenis makhluk hidup seperti sekarang
ini.Teori Urey didasari atas pemikiran bahwa bahan orqanik merupakan
bahan dasar organisme yang pada mulanya dibentuk sebagai reaksi gas
yang ada di alam denqan bantuan energi.
Menurut
Teori Urey, konsep tersebut dapat di jabarkan atas 4 fase:
Fase
1. Tersedianya molekul metan, ammonia, hidrogen dan uap air yang
sangat
banyak
di dalam atmosfer.
Fase
2. Energi yang timbul dari aliran listrik halilintar dan radiasi
sinar – sinar
kosmis
merupakan energi pengikat dalam reaksi – reaksi molekul -molekul
metan,
ammonia, hidrogen dan uap air.
Fase
3. Terbentuknya zat hidup yang paling sederhana
Fase
4. Zat hidup yang terbentuk berkembang denqan waktu berjuta - juta
tahun
menjadi
sejenis organism yang lebih kompleks.
Stanley
Miller
Harold
Clayton Urey, menyatakan bahwa pada suat saat atmosfer bumi kaya akan
molekul metana, hidrogen, uap air, dan amonia. Karena pengaruh
radiasi sinar kosmis dan aliran listrik halilintar terjadilah reaksi
yang menghasilkan zat hidup
Stanley
Miller, mahasiswa Urey di Chicago University, merancang alat yang
digunakan untuk membuktikan hipotesis Urey. Ke dalam alat yang
diciptakannya Miller memasukkan gas hidrogen, metana, amonia, dan
air, kemudian dipanaskan selama seminggu sehingga gas-gas tersebut
dapat bercampur di dalamnya. Sebagai pengganti energi listrik
halilintar, ia mengaliri perangkat tersebut dengan loncatan listrik
tegangan tinggi. Berberapa waktu kemudian dilakukan pemeriksaan
terhadap air yang tertampung, ternyata terdapat senyawa organik
sederhana seperti asam amino, adenin, dan gula sederhana seperti
ribosa.Eksperimen Miller tersebut banyak dikaji
ulang oleh para ahli lain dan ternyata memberikan hasil yang lebih
mantap. Bila ke dalam perangkat tersebut dimasukkan senyawa fosfat,
ternyata dapat dibentuk ATP. Lembaga penelitian lain menyatakan dalam
percobaannya dapat dihasilkan nukleotida yang merupakan penyusun
utama DNA dan RNA yang berfungsi mengendalikan aktivitas sel dan
penurunan sifat.Miller telah membuktikan bahwa interaksi antar
metana, amonia, air, dan hidrogen, ternyata membentuk asam amino yang
merupakan substansi dasar sel hidup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar